FFT SEA Awards: Kiper Indonesia Menjadi Pemain Favorit se-Asia Tenggara!

05.23
Kami menerima lebih dari 8.200 suara dan dengan selisih suara yang tipis di antara kandidat, Ardhiyasa mendapatkan 1.991 suara, or 24,3 persen dari total suara keseluruhan, untuk mengalahkan pemain veteran Malaysian, Safiq Rahim.



Kapten Johor Darul Ta’zim Safiq mendapatkan 1.920 suara (23,4%), sementara winger Vietnam Nguyen Van Quyet juga mendapatkan dukungan yang besar, dengan total 1.769 suara (21,6%).

Lesepuluh kandidat kami mendapatkan suara dari suporter, dengan Teerasil Dangda, Dinh Thanh Trung, Aung Thu, Hassan Sunny, Chanathip Songkrasin, Theerathon Bunmathan, dan Jakkaphan Kaewprom juga masuk dalam daftar ini berkat performa mereka di tahun 2017.


Kami menerima suara dari berbagai negara, dengan sekitar masing-masing 2.000 datang dari Malaysia dan Indonesia, hampir 1.700 dari Vietnam dan lebih dari 500 suara masing-masing datang dari Thailand dan Myanmar.

Andritany menjalani musim yang luar biasa bersama tim yang finis di posisi keempat Liga 1, Persija pada 2017, bermain di semua 34 laga dan hanya kebobolan 24 gol, 13 gol lebih sedikit dari tim dengan pertahanan terbaik berikutnya, Persipura Jayapura.

Catatan 14 kali tidak kebobolan yang ditorehkannya juga menjadi yang terbaik di Liga 1 dan tidak mengejutkan bila dia terpilih dalam daftar Tim Terbaik Liga 1 dan juga penghargaan Kiper Terbaik.

Safiq yang sudah berusia 30 tahun menjalani musim yang konsisten bersama Southern Tigers, membawa mereka mencetak rekor dengan meraih gelar Malaysia Super League empat kali beruntun, sekaligus mengatar JDT meraih gelar Malaysia Cup untuk pertama kalinya.

Van Quyet  adalah pemain kunci tim nasional Vietnam dan membantu Hanoi FC finis di peringkat ketiga V-League. Mereka agak tidak beruntung karena ggal lolos ke AFC Cup, tersingkir di fase grup karena kalah selisih gol dari sang pemimpin klasemen Ceres-Negros.
Ketahui tentang tiga besar di kategori ini di halaman berikutnya

1. ANDRITANY ARDHIYASA


Ringkasan:

Persija Jakarta boleh berterima kasih kepada sang kiper atas pencapaian mereka finis di posisi keempatdi Liga Indonesia 2017 1 saat Adritany melakukan banyak penyelamatan yuntuk memastikan klub dengan basis suporteryang besar itu tidak mengalami kesulitan.

Di bawah kepemimpinan Andritany, Persija memiliki catatan pertahanan terbaik di liga, secara signifikan lebih baik daripada juara Bhayangkara FC, Bali United, dan PSM Makassar, yang mengisi posisi tiga besar klasemen.

Dia juga mampu bersaing dengan kiper Kurnia Mega Hermansyah untuk menjadi kiper utama tim nasional Indonesia.

2. SAFIQ RAHIM


Ringkasan:

Ketika beberapa orang memprediksi kontribusi Safiq bakal mulai berkurang, dia masih mampu memimpin Johor Darul Ta'zim meraih gelar Liga Super Malaysia untuk keempat kalinya secara berturut-turut dan menjuarai Malaysia Cup untuk pertama kalinya.

Safiq juga kembali ke tim nasional pada tahun 2017 dan pasti bertekad mengantar The Tigers untuk meraih gelar lainnya sebelum dia pensiun.

3. NGUYEN VAN QUYET


Ringkasan:

Setelah memenangi dua gelar liga (2013, 2016) dengan Hanoi FC dan mewakili negaranya di Piala Suzuki 2014 dan 2016, kapten tim nasional Vietnam ini telah dikaitkan dengan kepindahan ke Liga Super Malaysia untuk musim yang akan datang.

Dia akhirnya memilih untuk menolak tawaran dari Kedah dan tetap bersama Hanoi selama satu tahun lagi, tapi akan sangat menyenangkan melihat bakatnya di lini serang bisa terlihat di seluruh kawsan Asia Tenggara di masa depan.

Sumber

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar