Pertama Kali Dipanggil Timnas, Pemain Senilai 2,5 Miliar Tidak Akan Buang Kesempatan

05.44
Indonesia - Sejatinya Indonesia memiliki sekian banyak pemain muda berbakat emas. Banyak diantara mereka yang telah menorehkan banyak prestasi yang membanggakan bagi Indonesia. Pemain muda mampu memberikan totalitasnya dalam berkarir baik di dalam negeri maupun di luar negeri.


Banyak dari mereka yang memiliki talenta luar biasa yang menginginkan bergabung bersama Timnas Indonesia. Karena bagi mereka dengan masuknya mereka di Timnas berarti mereka sama saja berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah International.

Meski banyak pemain muda yang memiliki talenta bintang, namun tidak semuanya dapat bergabung dengan Timnas Indonesia. Salah satu pemain muda yang mendapatkan kesempatan emas untuk bergabung dengan Timnas Indonesia yakni I Made Andhika Wijaya.

I Made Andhika Wijaya pertama kali dipanggil Timnas dibawah kepemimpinan Luis Mila untuk mengikuti seleksi, melalui pesan Whatsapp. Setelah mendapatkan kesempatan ini, pemain yang juga merupakan putra legenda sepakbola Bali, I Made Pasek Wijaya ini berikan sedikit komentar.


Dirinya menyatakan selalu siap untuk membela Negara "Yang pasti saya selalu siap membela negara, terutama untuk timnas. Kebetulan saya dikirimin pesan dari PSSI kalau saya dipanggil coach Luis Milla untuk diseleksi," ungkap Andhika Wijaya, seperti yang dikutip dari bolasport.com (14/2/2018)

Seleksi pemain Timnas ini akan berlangsung dari tanggal 18-23 Februari 2018, yang bertempat di Jakarta. I Made Andhika Wijaya tentu tidak akan melewatkan kesempatan emas ini, apalagi dirinya sangat menginginkan untuk bermain bersama Timnas Indonesia.


Ia merasa senang dan bangga karena mendapat kesempatan dari coach Luiss Mila untuk mengikuti seleksi pemain Timnas Indonesia. Apalagi ia telah mendapatkan dukungan penuh dari keluarga, manajemen dan teman-teman di Bali United, ini semua pasti akan menjadi motivasi terbesarnya untuk mampu terus berjuang menembus skuad ini.

"Saya tidak mau melewatkan kesempatan emas ini. Apalagi ada dukungan penuh dari keluarga, manajemen dan teman-teman di Bali United. Mohon doanya ya," pungkas I Made Andhika Wijaya.



Seperti yang dikutip dari laman resmi transfermarkt.com (14/2/2018), harga Andhika Wijaya saat ini menyentuh nilai €150000, atau setara dengan Rp 2,5 Miliar. Harga tersebut sangat pantas, mengingat keistimewaan I Made Andhika yang bisa bermain di berbagai posisi.

Semoga I Made Andhika Wijaya mampu menjalani seleksi dengan baik bersama Timnas Indonesia, sehingga nantinya tekad dan niat baiknya untuk membela Timnas Indonesia dapat terwujud berkat kerjakerasnya serta berkat doa dari semua orang disekitarnya yang selalu setia mendukungnya.

Sumber 

Pemain Keturunan Indonesia ini Akan Berlaga di Babak 16 Besar Liga Champions

05.32
Satu-satunya pemain berdarah Indonesia yang berlaga di babak 16 besar Liga Champions, Radja Nainggolan baru akan menunjukan aksinya pada 22 Februari 2018 nanti.


Ya, pada hari Kamis, 22 Februari 2018 adalah hari dimana AS Roma akan bertandang ke Metalist Stadium, yang merupakan markas besar salah satu klub rakasasa Ukraina, Shaktar Donetsk untuk menjalani leg perdana babak 16 besar liga Champions 2017/2018.

Radja Nainggolan, yang merupakan pemain inti AS Roma tentu sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin, demi mendapatkan hasil positif. Meski tidak bermain di kandang sendiri, AS Roma diprediksi tetap mampu tampil solid.


Kemenangan di pertemuan pertama akan membuat kedua Tim memiliki kepercayaan diri tinggi ketika pertemuan di leg kedua nanti. Kedua Tim sudah seringkali bertemu di Liga Champions.

Dari 4 pertemuan yang pernah dijalani oleh keduanya, wakil dari Ukraina itu lebih diunggulkan. Mengapa? Ini karena, AS Roma baru meraih 1 kemenangan, sementara Shakhtar Donetsk sudah 3 kali kandaskan Serigala Roma.

Terakhir kali kedua Tim bertemu di Liga Champions pada 11 Maret 2011 lalu, dimana saat itu AS Roma harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor telak 3-0. Ketiga gol Shakhtar Donetsk dicetak oleh Willian (58', 18') dan Eduardo (87'), seperti yang baru saja dikutip dari uefa.com (14/2/2018).

Tentu saja, ini menjadi misi khusus bagi pemain keturunan Indonesia, Radja Nainggolan yang berposisi sebagai midfielder, untuk menyeimbangkan lini tengah menjadi lebih baik.



Catatan buruk yang terjadi 7 tahun lalu itu harus segera dihapus, dan memastikan lolosnya AS Roma ke babak 8 besar Liga Champions. Namun kini pertanyaannya adalah, mampukah Radja Nainggolan membawa AS Roma meraih kemenangan?

Sumber

FFT SEA Awards: Kiper Indonesia Menjadi Pemain Favorit se-Asia Tenggara!

05.23
Kami menerima lebih dari 8.200 suara dan dengan selisih suara yang tipis di antara kandidat, Ardhiyasa mendapatkan 1.991 suara, or 24,3 persen dari total suara keseluruhan, untuk mengalahkan pemain veteran Malaysian, Safiq Rahim.



Kapten Johor Darul Ta’zim Safiq mendapatkan 1.920 suara (23,4%), sementara winger Vietnam Nguyen Van Quyet juga mendapatkan dukungan yang besar, dengan total 1.769 suara (21,6%).

Lesepuluh kandidat kami mendapatkan suara dari suporter, dengan Teerasil Dangda, Dinh Thanh Trung, Aung Thu, Hassan Sunny, Chanathip Songkrasin, Theerathon Bunmathan, dan Jakkaphan Kaewprom juga masuk dalam daftar ini berkat performa mereka di tahun 2017.


Kami menerima suara dari berbagai negara, dengan sekitar masing-masing 2.000 datang dari Malaysia dan Indonesia, hampir 1.700 dari Vietnam dan lebih dari 500 suara masing-masing datang dari Thailand dan Myanmar.

Andritany menjalani musim yang luar biasa bersama tim yang finis di posisi keempat Liga 1, Persija pada 2017, bermain di semua 34 laga dan hanya kebobolan 24 gol, 13 gol lebih sedikit dari tim dengan pertahanan terbaik berikutnya, Persipura Jayapura.

Catatan 14 kali tidak kebobolan yang ditorehkannya juga menjadi yang terbaik di Liga 1 dan tidak mengejutkan bila dia terpilih dalam daftar Tim Terbaik Liga 1 dan juga penghargaan Kiper Terbaik.

Safiq yang sudah berusia 30 tahun menjalani musim yang konsisten bersama Southern Tigers, membawa mereka mencetak rekor dengan meraih gelar Malaysia Super League empat kali beruntun, sekaligus mengatar JDT meraih gelar Malaysia Cup untuk pertama kalinya.

Van Quyet  adalah pemain kunci tim nasional Vietnam dan membantu Hanoi FC finis di peringkat ketiga V-League. Mereka agak tidak beruntung karena ggal lolos ke AFC Cup, tersingkir di fase grup karena kalah selisih gol dari sang pemimpin klasemen Ceres-Negros.
Ketahui tentang tiga besar di kategori ini di halaman berikutnya

1. ANDRITANY ARDHIYASA


Ringkasan:

Persija Jakarta boleh berterima kasih kepada sang kiper atas pencapaian mereka finis di posisi keempatdi Liga Indonesia 2017 1 saat Adritany melakukan banyak penyelamatan yuntuk memastikan klub dengan basis suporteryang besar itu tidak mengalami kesulitan.

Di bawah kepemimpinan Andritany, Persija memiliki catatan pertahanan terbaik di liga, secara signifikan lebih baik daripada juara Bhayangkara FC, Bali United, dan PSM Makassar, yang mengisi posisi tiga besar klasemen.

Dia juga mampu bersaing dengan kiper Kurnia Mega Hermansyah untuk menjadi kiper utama tim nasional Indonesia.

2. SAFIQ RAHIM


Ringkasan:

Ketika beberapa orang memprediksi kontribusi Safiq bakal mulai berkurang, dia masih mampu memimpin Johor Darul Ta'zim meraih gelar Liga Super Malaysia untuk keempat kalinya secara berturut-turut dan menjuarai Malaysia Cup untuk pertama kalinya.

Safiq juga kembali ke tim nasional pada tahun 2017 dan pasti bertekad mengantar The Tigers untuk meraih gelar lainnya sebelum dia pensiun.

3. NGUYEN VAN QUYET


Ringkasan:

Setelah memenangi dua gelar liga (2013, 2016) dengan Hanoi FC dan mewakili negaranya di Piala Suzuki 2014 dan 2016, kapten tim nasional Vietnam ini telah dikaitkan dengan kepindahan ke Liga Super Malaysia untuk musim yang akan datang.

Dia akhirnya memilih untuk menolak tawaran dari Kedah dan tetap bersama Hanoi selama satu tahun lagi, tapi akan sangat menyenangkan melihat bakatnya di lini serang bisa terlihat di seluruh kawsan Asia Tenggara di masa depan.

Sumber

24 Februari, Persija Vs Timnas U-23 di SUGBK

11.11
Persija Jakarta mendapatkan undangan dari PSSI untuk melakukan pertandingan uji coba melawan timnas U-23 Indonesia. Rencananya, uji coba tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/2018).


Kabar tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Persija, Gede Widiade, saat dihubungi BolaSport.com, Senin (12/2/2018). Gede menyebut Persija menyetujui undangan pertandingan persahabatan melawan tim asuhan Luis Milla tersebut.


"Saya mendapatkan tawaran uji coba antara Persija melawan timnas dari PSSI. Insya Allah kami terima tawaran uji coba tersebut," ujar Gede.Hanya, pria asal Surabaya itu juga belum bisa memastikan laga tersebut boleh dihadiri penonton atau tidak. Semua urusan izin keamanan kepolisian dan penyewaan SUGBK dilakukan oleh PSSI.

"Saya tidak tahu ada penonton apa enggak. Kami hanya diundang oleh PSSI," ungkap Gede.

PSSI menggelar laga uji coba melawan Persija sebagai persiapan Timnas U-23 mengikuti Asian Games 2018 pada Agustus mendatang. Pada Februari 2018 juga tidak ada agenda FIFA Matchday yang harus digelar oleh timnas Indonesia.


Timnas U-23 juga akan melakukan pemusatan latihan di Lapangan ABC, Senayan, mulai Minggu (18/2/2018). Pemusatan latihan itu bersamaan dengan timnas U-19 Indonesia. FIFA Matchday baru akan digelar pada Maret 2018 dan saat ini PSSI sedang mencari lawan yang tepat untuk menghadapi skuad Garuda.

Pertemuan Persija kontra timnas U-23 akan menjadi laga kedua. Sebelumnya, kedua tim tersebut bermain imbang tanpa gol pada Maret 2017 di Stadion Patriot, Kota Bekasi. Uji coba ini membuat jadwal Persija juga semakin padat. Sebab, skuad asuhan Stefano Cugurra itu akan menjamu Tampines Rovers pada laga kedua Piala AFC 2018 di SUGBK pada Rabu (28/2/2018).

Sumber

Delapan Tim Ramaikan Piala Gubernur Kaltim

10.39
 Delapan tim peserta bakal meramaikan turnamen Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018 mulai 23 Maret hingga 4 April mendatang. Kedelapan kontestan itu dibagi menjadi dua grup. Untuk Grup A dihuni Pusamania Borneo FC, Arema FC, Mitra Kukar dan Bali United. Sedangkan Grup B diramaikan Persebaya Surabaya, Persiba Balikpapan, Madura United dan Sriwijaya FC.



Ketua Panitia Pelaksana PGK 2018, Dayang Donna Faroek mengatakan, semula turnamen ini akan digelar pada 18 Februari. Namun lantaran mepet dengan jadwal final Piala Presiden (17 Februari), ajang PGK diundur jadi 23 Februari. "Kami sempat tarik ulur mengenai jadwal, tapi setelah berkomunikasi dengan PSSI dan PT Liga, akhirnya diputuskan mulai 23 Februari," kata Donna usai temu manajer PGK 2018 di Jakarta, Senin (12/2).


Peserta tahun ini menyusut dibanding edisi sebelumnya. Tahun lalu, kontestan yang ambil bagian mencapai 12 tim. Hadiah untuk kampiun akhirnya juga susut. Jika tahun sebelumnya tim juara mendapat Rp 1,5 miliar, edisi saat ini tinggal Rp 1 miliar. Untuk runner up akan mendapatkan Rp 750 juta, sedangkan peringkat ketiga dan keempat masing-masing Rp 500 juta dan Rp 250 juta.


Selain itu, panitia juga mengalokasikan hadiah untuk pemain terbaik yang akan diberi Rp 150 juta, pencetak gol terbanyak Rp 100 juta dan pemain muda terbaik Rp 75 juta. "Panitia juga menyediakan match fee. Bagi  tim yang menang normal dapat Rp 150 juta, kalah normal Rp 75 juta, menang penalti Rp 110 juta dan kalah penalti Rp 90 juta," ungkap Donna.


Wakil Ketua Panitia Pengarah PGK, Yunus Nusi menambahkan, sesungguhnya peminat turnamen ini lebih dari delapan tim. Bahkan, panitia juga sempat mengajak Persija Jakarta dan Persib Bandung agar bersedia meramaikan ajang tersebut. Namun, Persija masih fokus di Piala AFC, sedangkan Persib memilih mundur.

"Saya yakin, meski turnamen diikuti delapan tim, tak akan mengurangi kualitas permainan. Apalagi, banyak tim dari luar Kaltim yang punya kualitas bagus, ada yang perempat finalis Piala Presiden hingga semifinalis Piala Presiden," ujar Yunus.


Menurut dia, penyelenggaraan turnamen ini juga bisa dipakai ajang persiapan menuju kompetisi Liga 1 yang akan dimulai pada 10 Maret 2018. "Ini pertarungan terakhir pramusim dan saya yakin sangat bermanfaat bagi tim. Turnamen finis tanggal 4 Maret, lalu 10 Maret mulai berkompetisi. Jadi sangat pas sebagai persiapan menuju ke sana," jelasnya.


Sesuai regulasi, setiap klub mendapat kuota mendaftarkan pemainnya antara 18-30 pemain. Selain itu juga bisa mendaftarkan enam pemain asing, tapi yang bermain di lapangan hanya empat orang. Mengenai laga pembuka, panitia baru akan memutuskan dalam tiga hari ke depan siapa lawan siapa. Namun pertandingan pembuka dan final akan digelar di Stadion Palaran, Samarinda, sedangkan pertandingan Grup A digulirkan di Stadion Segiri, Samarinda dan Grup B di Stadion Batakan, Balikpapan.

Sumber

Bruno Dinilai sebagai Striker yang Cerdas

10.08
Penampilan perdana striker seleksi asal Brasil Bruno Silva dalam sesi latihan di lapangan Yayasan Terang Bangsa, Selasa (13/2) pagi mampu memikat perhatian pelatih PSIS Semarang, Subangkit. Pria asal Pasuruan tersebut menilai Bruno sebagai pemain yang cerdas dalam memahami taktik.


Meski kurang pandai berbahasa Inggris, Bruno bisa menangkap instruski yang diberikan Subangkit dalam sesi game pagi itu. ”Pada penampilannya di lapangan, Bruno sudah bisa mengerti instruksi dan taktik yang saya inginkan dalam permainan.

Perannya sebagai striker tidak hanya mencetak gol tetapi juga mampu melihat pergerakan rekannya dalam menyerang. Namun saya akan lihat lagi, dia hanya butuh adaptasi,” kata Subangkit.


Dalam game Bruno juga mampu menceploskan gol ke gawang lawan yang dijaga kiper seleksi PSIS, Jandia Eka Putra. Namun dia sempat meminta diganti di akhir pertandingan karena merasakan nyeri di kaki. ”Dia sempat minta diganti karena otot kakinya kaku atau semacam kram ringan. Mungkin dia kelelahan karena perjalanan jauh akhir pekan lalu dari Brasil. Saya berharap pada latihan selanjutnya dia bisa memperlihatkan peningkatan proses adaptasi maupun kualitas,’’ lanjut mantan pelatih Mitra Kukar ini.


Dalam latihan tersebut pemain seleksi di skuad Laskar Mahesa Jenar hanya ada Bruno dan Jandia. Adapun mantan bek kiri Persebaya Surabaya dan PSIM Yogyakarta, Said Marjan sudah dipulangkan. Subangkit mengungkapkan akan ada pemain seleksi pengganti yang datang di latihan Rabu (14/2) ini.

Pemain yang akan didatangkan berposisi sebagai bek kiri dan terakhir memperkuat PS TNI. ”Kami akan mendatangkan Yus Arfandi dalam latihan Rabu, (14/2) ini.

Sejauh ini kami masih membutuhkan tambahan di posisi bek kiri. Sebab, baru ada Frendy Saputra yang mengisi posisi itu. Sementara tiga bek sayap lainnya lebih akrab mengisi posisi sebelah kanan,’’ ujarnya.


Diserahkan Pelatih

PSIS saat ini total memiliki 25 pemain yang resmi dikontrak dan dua diantaranya pemain asing yang mengisi slot negara bebas. Bruno diproyeksi mengisi slot pemain asing slot negara bebas terakhir. Sementara satu tempat lagi akan dihuni pemain asing asal benua Asia.

 ”Mengenai nasib Bruno saya serahkan sepenuhnya kepada pelatih. Jika sesuai dengan apa yang pelatih butuhkan akan kami kontrak. Jika tidak kami akan berburu pemain lagi.


Terkait pemain asing asal Asia akan datang dalam beberapa hari ke depan gelandang serang tim nasional Kirgistan,’’ kata General Manager PSIS, Wahyu Winarto saat dihubungi secara terpisah.

Pria yang akrab disapa Liluk ini juga memberikan informasi terkait diundurnya jadwal laga uji tanding melawan Persis Solo. Dari yang semula digelar 17 Februari menjadi 20 Februari karena pihak Persis belum mendapat izin keramaian dan keamanan dari kepolisian setempat.

”Kabar pengunduran jadwal uji coba ini kami dapat, Selasa pagi. Izin dari kepolisian belum didapat karena 16-18 Februari ada acara Hari Jadi Kota Solo. Kemungkinan baru bisa menggelar pertandingan pada 20 Februari,’’ kata Liluk.

Saat ditemui, Bruno mengaku atusias mengikuti seleksi di PSIS. Dirinya berharap dapat tampil di hadapan kelompok suporter PSIS yang tergabung dalam Panser Biru dan Snex.

Pemain yang kenyang pengalaman di Liga Brasil dan Bahraih ini suka dengan animo sepak bola Indonesia yang dia ketahui dari internet. ”Di sini cuaca cukup panas tapi tidak sepanas saat saya bermain di Liga Bahrain. Saya juga ingin tampil dalam pertandingan resmi di hadapan penonton klub di Indonesia yang saya lihat sangat antusias pada sepak bola,” kata Bruno yang didampingi ofisial PSIS sebagai penerjemah.

Sumber 

Bikin Iri! Juventus Bangun Akademi Sepakbola Pertama di Asia Tenggara di Negara Ini

05.06
Kabar yang membuat iri pecinta sepakbola Indonesia kembali berhembus dari negeri Paman Ho, Vietnam. Salah satu raksasa sepakbola dunia asal Italia, Juventus, membangun akademi sepakbola pertama mereka di negeri yang dinobatkan oleh AFC sebagai negara dengan perkembangan sepakbola terbaik Asia tahun 2017 lalu tersebut.


Hal ini dipastikan melalui sumber yang dirilis oleh induk sepakbola Asia Tenggara, AFF melalui laman resmi mereka, aseanfootball.org (11/02/2018). Dalam lansiran tersebut, Vietnam dipercaya oleh Juventus sebagai negara Asia Tenggara pertama yang akan ditempati klub tersebut, dan rencananya akan ditempatkan di Ho Chi Minh City.


Juventus sejatinya memiliki 45 lokasi akademi sepakbola mereka yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Di daratan Asia, mereka hanya membangun akademinya di 7 negara, dan ke 8 yang direncanakan di Vietnam.

Sebelum Vietnam, 7 negara yang dipercaya oleh Juventus untuk menempatkan akademi sepakbolanya adalah China, Jepang, Lebanon, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman dan Kuwait  kebanyakan dari negara-negara tersebut, memang tumbuh dan terkenal sebagai kekuatan sepakbola didaratan Asia.

Demikian juga Vietnam yang beberapa tahun belakangan ini menjadi kekuatan baru di Asia.
Iya, prestasi sepakbola Vietnam memang tengah tumbuh pesat pada beberapa tahun terakhir ini. Selain pernah menjadi kampiun Piala AFF tahun 2008, perkembangan sepakbola Vietnam membuat iri negara-negara lain dikawasan Asia Tenggara.

Selepas meraih tiket babak semifinal Piala Asia U-19 tahun 2016 lalu, Vietnam menjadi wakil Asia dalam Piala Dunia U-20 di Korea Selatan pada tahun berikutnya. Tahun 2017 pun tak menjadi tahun yang kering juara bagi mereka. Piala AFF U-15 berhasil mereka rengkuh, dan hal itu semakin dikilapkan dengan torehan runner up Piala Asia U-23 bulan lalu.


Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia internasional untuk melakukan kerja sama dengan Vietnam. Selain prospek yang menjanjikan, peluang persepakbolaan Vietnam pun dari waku ke waktu semakin menjanjikan. Bagaimana dengan Indonesia? Untuk saat ini, tak apalah jika kita iri (dalam artian positif) dengan prestasi yang diraih oleh Vietnam.

Kedepannya, tentu kita harus berbenah dan kembali membangun sepakbola yang kuat agar kekuatan Indonesia kembali disegani dikancah internasional, dan tentu saja menarik kekuatan sepakbola dunia untuk mendekat.

Sumber

Dilepas Klub Qatar, Pemain Ini Gabung Bhayangkara FC

04.33
Bhayangkara FC telah secara resmi mengontrak pemain asal Brazil yang akan menggantikan peran Ilija Spasojevic untuk musim ini. Pemain yang dimaksud adalah David da Silva, musim lalu pemain berusia 28 tahun ini bermain untuk klub Qatar yaitu Al-Khor.


Di musim 2017/2018 David da Silva hanya mencatatkan tiga penampilan bersama Al-Khor di Liga Qatar, dari tiga penampilannya dia gagal untuk mencetak gol. Kontrak David da Silva bersama Al-Khor sebenarnya sampai bulan Juni 2018, namun performa yang buruk membuat dia akhirnya dilepas.


David da Silva pun akhirnya mengikuti trial bersama Bhayangkara FC, pada laga uji coba kontra FC Tokyo menjadi ajang unjuk gigi bagi David da Silva, dia berhasil tampil menawan dan mencetak satu gol lewat titik putih.


Bhayangkara FC pun langsung mengontrak pemain yang pernah bermain di Liga Jepang bersama Zweigen Kanazawa ini. Dengan adanya David da Silva, diharapkan Bhayangkara FC bisa tampil tajam seperti musim lalu.

Refrence: www.transfermarkt.co.uk/david-da-silva/leistungsdaten/spieler/190933

Sumber 

Berusia 19 Tahun, Harga 'Sidoel Anak Betawi' yang Main di Eropa Senilai 800 juta

16.20
Sederet pemain-pemain muda berkualitas keturunan Indonesia yang berkarier di Eropa, sejatinya cukup banyak dan bahkan sangat jarang namanya di angkat di Media.


Salah satu nama pemain berbakat tersebut tidak lain adalah Darren Sidoel. Ya, pemain yang memiliki darah keturunan Indonesia ini lahir di Amsterdam, Belanda pada 10 Maret 1998 (19 Tahun).
Nama 'Sidoel' diambil dan terinspirasi dari sebuah film yang sempat familiar di Indonesia beberapa tahun yang lalu, 'Sidoel Anak Betawi'. Sang ayah yang asli Indonesia dengan bangga menyematkan nama Sidoel kepada anaknya tersebut.


Di usianya yang saat ini masih sangat muda, 'Sidoel anak Betawi' sudah berhasil menembus skuad jong Ajax (Ajax U-21). Bersama Jong Ajax, Sidoel diikat selama satu tahun yang mana kontraknya akan berakhir pada 30 Juni 2018 nanti.

Seperti yang dikutip dari laman resmi transfermarkt.com (11/2/2018), harga 'Sidoel Anak Betawi' memiliki nilai €50000, atau sekitar Rp 800 Juta. Harga tersebut sudah dinilai cukup mahal bagi pemain seusianya.


Bermain sebagai centre-back dan juga menguasai posisi bek kanan, Pelatih Jong Ajax, Michael Reiziger seringkali menurunkan Sidoel sebagai starter. Dimana musim ini Sidoel telah bermain sebanyak 1.122 menit.

Skill dan kapasitasnya yang terus berkembang, dapat mengantarkan namanya masuk kedalam skuad ini Ajax Amsterdam suatu saat nanti, tergantung bagaimana kapasitas dan kontribusi yang Sidoel berikan terhadap Tim.


Namun hanya sekedar info saja nih guys, dilansir dari jupilerleague.nl (11/2/2018), Jong Ajax saat ini berhasil menduduki posisi kedua Klasemen Sementara Eerste Divisie Jupiler League dengan total raihan 49 point, hasil dari 24 laga yang dijalani.

Tentunya sangat menarik untuk kita nantikan seperti apa kelanjutan kisah 'Sidoel Anak Betawi' bersama Jong Ajax. Akankah musim depan namanya mampu menembus skuad inti Ajax Amsterdam dan bermain di tingkat Eropa?

Sumber

Resmi! Mantan Striker Klub Serie A Gabung PSIS Semarang

15.48
PSIS Semarang membuktikan keseriusannya jelang Liga 1 2018 PSIS Semarang resmi mendatangkan striker yang pernah berseragam klub Serie A.


Klub promosi, PSIS Semarang memastikan bahwa bomber asal klub Serie A Brasil akan memperkuat skuat mereka pada Liga 1 musim ini. Ia adalah Bruno Silva yang kabarnya telah mendarat di Semarang pada Minggu (11/02/18) malam kemarin.


Seperti dilansir ogol.com.br, Bruno Silva tercatat sempat menjadi striker bagi klub kasta tertinggi di Brasil, Botafogo sebelum akhirnya membela Portuguesa. Pemain berusia 26 tahun tersebut punya rekam jejak dua penampilan bersama klub tersebut, tanpa satu gol yang dihasilkan.

Pada Senin (12/02/18) sore ini, PSIS Semarang sedang mengadakan latihan fisik. Namun hingga kini, belum dapat dipastikan apakah Bruno nantinya akan mampu ikut dalam latihan fisik tersebut. Jet Lag menjadi salah satu pertimbangan Bruno tidak diikutsertakan di latihan sore ini.


"Bruno semalam sudah tiba. Kalau ikut latihan ata tidak nanti sore, saya belum tahu karena dia baru saja habis perjalanan jauh," ungkap Media Officer PSIS, Wisnu Adi, dikutip Tribun Jateng.

Di sisi lain, saat ini PSIS Semarang baru memiliki 2 pemain asing, yakni Peter Planic (Pemain bertahan) dan Ibrahim Conteh (Pemain tengah). Bruno menjadi satu-satunya pemain yang membuat pelatih PSIS, Subangkit yakin bahwa dirinya mampu menjadi ujung tombak bagi klub Semarang tersebut.


Sebelummya, Laskar Mahesa Jenar sendiri menerima tantangan dari jawara Liga 1 musim lalu, Bhayangkara FC dalam sebuah laga uji coba. PSIS Semarang akan menjadi salah satu dari tiga klub besar Jawa Tengah yang akan menjadi lawan Bhayangkara FC.

"Untuk jadwal detailnya masih dalam tahap finalisasi. Yang pasti, setelah 3 laga uji coba tersebut dan sebelum mulai mentas di Liga 1 2018, tim akan kembali ke Jakarta untuk launching team," ujar manajer tim Bhayangkara FC AKBP Sumardji.

Sumber

Lahir di Nusa Tenggara Barat 21 Tahun Lalu, Harga Pemain ini 6 Kali Lipat Marko Simic

02.48
Indonesia - Tanah Air Indonesia bukan hanya memiliki sekian banyak daya tarik dari segi pariwisata. Namun dari segi olahraga, Indonesia juga memiliki sekian banyak hal yang terlalu sulit untuk dilupakan.



Salah satunya adalah banyaknya pemain muda berbakat yang dimiliki oleh Indonesia. Beberapa diantara mereka meraih kesuksesan bersama klubnya di Luar Negeri. Seperti pemain kelahiran Nusa Tenggara Barat yang satu ini.


Ya, dia bernama Emil Audero Mulyadi. Lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat 21 tahun lalu, kini harga pemain muda ini memiliki nilai yang fantastis. Seperti yang dikutip dari laman resmi transfermarkt.com (11/2/2018), harga Emil Audero Mulyadi menyentuh nilai £1170000, atau sekitar Rp 22 Miliar. Ini artinya, harga Emil Audero 6 kali lipat dari harga striker anyar Persija Jakarta asal Kroasia, yang memiliki nilai £180000 (Rp 3,3 Miliar).

Emil Audero Mulyadi


Marko Simic



Apa yang diraih oleh Emil saat ini tidak didapat dengan mudah. Perjalanan panjang harus dia lalui hingga sampai meraih kesuksesan seperti ini. Kini, pemain berusia 21 tahun itu merupakan bagian dari skuad Venezia FC.


Juventus meminjamkan pemain kelahiran Nusa Tenggara Barat itu kepada Arancioneroverdi untuk mengembangkan bakatnya. Hasilnya sungguh luar biasa. Di musim 2017/2018 ini, Emil sudah bermain sebanyak 22 kali di semua kompetisi, dan memiliki 1.980 menit bermain. Mar


Seperti yang dikutip dari legab.it (11/2/2018), Emil Audero juga sukses mengantarkan Venezia FC bersaing untuk merangsek masuk ke papan atas Klasemen Sementara Serie B Italia, dimana saat ini Arancioneroverdi berada pada posisi 8, dengan total raihan 36 point. Venezia hanya terpaut 10 point dari pemuncak Klasemen saat ini, Empoli dengan raihan 46 point.

Harga Emil Audero diprediksi akan terus meningkat pesat, mengingat usia Emil yang masih muda dan karier yang cerah di Italia. Hanya ada satu harapan yang selama ini ada didalam impian Emil, tidak lain adalah menjadi kiper utama Juventus, suatu saat nanti. Mampukah Emil merealisasikannya?

Sumber

Pemain Berdarah Indonesia Gegerkan Media Brasil

12.53
Lagi-lagi talenta muda berdarah Indonesia kembali ke permukaan. Kabar ini datang dari negeri yang terkenal menghasilkan pesepakbola dengan kemampuan individualnya dalam mengolah bola. Di mana lagi kalau bukan di Brasil.


Pemain muda berdarah Indonesia yang dimaksud adalah Kevin Gomes de Oliveira. Pemuda 19 tahun ini merupakan anak dari pelatih beken Madura United, yakni Gomes de Oliviera dan istrinya Chris Sintya. Sang istri sendiri merupakan wanita asli Indonesia sehingga darah Indonesia Kevin mengalir lewat sang ibu.


Kemampuan Kevin dalam mengolah si kulit bundar bahkan sampai membuat media di Brasil geger. Bagaimana tidak? Kevin Gomes de Olivieira merupakan pemain Indonesia pertama yang bermain dalam ajang Piala Sao Paulo. Mengetahui dirinya mendapat perhatian khusus, Kevin pun buka suara.

Menurutnya, bermain dalam ajang tersebut tentu merupakan pengalaman yang sangat berharga. Apalagi melawan tim unggulan di Brasil yang dapat memberikan pelajaran berharga untuk kariernya nanti.


"Bagi saya sangat bagus bermain untuk Piala Sao Paulo, yang merupakan salah satu Kejuaraan terbesar di Brasil. Bermain melawan tim besar dan kuat, saya mendapatkan banyak pengalaman dari permainan yang saya mainkan di ajang ini," kata Kevin.

Dirinya juga sangat bangga menjadi pemain Indonesia pertama yang mampu turun dan bertanding dalam ajang tersebut. Apalagi dirinya juga sempat mencetak gol dalam ajang tersebut. "Merupakan kebanggaan tersendiri untuk menjadi pemain indones pertama yang bisa bermain di São Paulo Cup, yang merupakan salah satu kejuaraan terbesar di Brasil dan bisa bersaing dengan pemain Brasil yang sangat bagus," jelas Kevin.


"Saya mendapat gol pertama saya bermain Copinha, karena bukan sembarang orang yang bisa bermain di Piala ini," sambungnya dilansir laman Futebol Na Veia.

Media tersebut juga menuliskan bahwa Kevin Gomes de Oliveira yang berposisi sebagai bek kiri bisa jadi membuka pintu pemain Indonesia mentas di kompetisi sepakbola Brasil.

Dijelaskan pula bahwa Kevin sedang menunggu tawaran bersama dengan agennya, Alexander Goncalves. Kevin juga dijelaskan bermimpi untuk bisa membela Tim Nasional Indonesia. "Harapan saya sekarang yakni mendapat tim yang baik dan bisa bermain di tim profesional Brasil," pungkas Kevin Gomes de Oliveira.