Dalam turnamen resmi pra musim Piala Presiden 2018, sederet pemain mampu tampil menonjol diposisinya masing-masing. Salah satu yang patut ditelisik adalah pemain berposisi gelandang bertahan, alias defensive midfielder yang merupakan posisi kunci, yang justru mampu menghantarkan delapan tim melaju ke perempat final di Solo.
Lantas siapa sajakah pemain berposisi gelandang yang mampu tampil apik sepanjang babak penyisihan grup Piala Presiden 2018?, berikut ulasannya , seperti dilansir dari Lab-laban.
1. Yoo Hyun Goo (Sriwijaya FC)
Gelandang asing asal Korea Selatan ini menjadi bagian penting Sriwijaya FC melaju kebabak delapan besar Piala Presiden 2018. Hal tersebut tak lepas dari kepiawaian Yoo Hyun Goo merusak lini tengah lawan serta tanpa kendor untuk berduel dan menggagalkan serangan tim lawan dari tengah.
Digandengkan dengan pemain muda Abimanyu di Piala Presiden, justru membuat Yoo semakin punya ruang untuk bisa mengatur irama serangan Sriwijaya dari posisi sentral. Tanpa lelah eks Semen Padang ini mampu naik turun untuk mengamankan pertahanan dan membangun serangan.
2. Nick van der Velden (Bali United)
Bermain diposisi berbeda kala membela Bali United di kualifikasi Liga Champions Asia 2018 melawan Chiangrai United dari pemain sayap menjadi gelandang bertahan bisa dibilang jadi pengalaman baru Nick. Meski begitu pemain asal Belanda itu mampu menunjukkan lerforma apiknya.
Dan hal tersebut juga turut membuat pelatih Bali United, Widodo C Putro letagihan menempatkan Nick diposisi tersebut. Terbikti ia mampu bermain stabil dalam tiap laga di Piala Presiden, termasuk ketika melaju ke semifinal dengan menghempaskan Persija Jakarta di babak delapan besar.
Keunggulan van der Velden ada pada ketenangan, kepandaian mengambil posisi, serta fisiknya yang tinggi menjulang.
3. Ahmet Atayev (Arema FC)
Punya profil pendiam dan tenang, namun begitu garang menghadapi serbuan yang akan memasuki sisi pertahanan Arema, jadi ciri khas pemain asal Turkmenistan tersebut.
Atayev memang merupakan tipikal gelandang bertahan sejati. Tak banyak membawa bola, tak punya ambisi besar untuk naik ke depan dan mencetak gol, namun begitu agresif dalam mengawal para pemain lawan di tengah.
Fisiknya yang tinggi besar, juga jadi keunggulan Atayev, selain kemampuannya dalam mengambil bola – bola mati, baik itu tendangan bebas maupun sudut. Bagi Arema, posisi Atayev sama sekali tak tergantikan di Piala Presiden kali ini. Dan tampaknya, hal ini akan terus terjadi di Liga 1 2018 mendatang.
4. Legimin Raharjo (PSMS Medan)
Pemain berusia 36 tahun masih menjadi sosok semtral dilini tengah PSMS yang mampu membungkam Persebaya dibabak penyisihan grup hingga delapan besar Piala Presiden 2018. Maka tak rugi jika pelatih Djajang Nurjaman 100 persen mempercayakan kontrol dan kemanan lini tengah kepada Legimin.
Memiliki kharisma, pembacaan visi yang baik, serta ketenangan dalam menghadapi berbagai situasi, membuat kelemahannya di sisi kecepatan langsung tertutup dengan baik. Ia pun juga merubah stigma negatif PSMS sebagai klub promosi yang sama sekali bukan unggulan pada ajang pra musim tahunan tersebut justru menjadi diperhitungkan.




