Tetapi karena begitu banyak pekerjaan PSSI, tidak mungkin dirinya bertahan di PSSI saat ini karena dirinya akan fokus pada Pilkada Sumatera Utara. “Walaupun tidak ada dalam aturan PSSI untuk saya harus cuti. Tapi saya harus tahu ini begitu banyak pekerjaan PSSI.
Tak mungkin saya berada di sini sedang melakukan kepentingan pribadi sehingga mengorbankan organisasi yang benar-benar ini mandat rakyat,” kata Edy, dilansir dari Detik.com
“Pokoknya saya cuti dari PSSI, sejak ditetapkan jadi calon Gubernur oleh KPU, terhitung mulai 12 Februari sampai 31 Juni 2018,” terangnya.
Dalam masa cutinya itu, kepemimpinan PSSI untuk sementara akan dipimpin oleh wakil Edy, yakni Joko Driyono, beserta sekjen sebagai pembantu dan para Komite Eksekutif (Exco).
Sumber

